Kamis, 11 Juli 2013

Desa Lubuk Sukon: Perkampungan dengan Rumah Khas Aceh

Setelah tiba di bandara Aceh, Blang Bintang, ada baiknya kalau kita berkunjung sejenak ke Desa Lubuk Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar. Desa ini merupakan permukiman penduduk yang masih memelihara bentuk arsitektur Rumah Aceh. Yuk, kita lihat-lihat, beberapa bentuk rumah di Desa ini.






Sebagian besar penduduk sudah merenovasi rumahnya. Mereka menggunakan atap seng sebagai pengganti atap rumbia. Bagian bawah rumah yang berbentuk panggung ini, sudah dibangun dapur dari bata dan semen. Meskipun sudah ada perubahan di sana-sini, masih ada juga masyarakat Desa Lubuk Sukon yang masih menjaga bentuk asli Rumah Aceh.


Nah, kalau yang satu ini adalah rumah dari mantan Duta Besar Timur Tengah. Rumah ini merupakan bentuk Rumah Aceh asli, dengan ukiran kayu dan atap rumbia.



Lingkungan di Desa Lubuk sangat asri dan nyaman. Pekarangan tiap-tiap rumah memamerkan aneka tanaman. Yang paling banyak ditanam adalah pohon belimbing wuluh dan jeruk bali.



Belimbing wuluh yang diolah menjadi asam sunti merupakan makanan khas Aceh. Hampir di setiap halaman rumah terdapat hamparan belimbing wuluh yang diberi garam, sedang dikeringkan di bawah sinar matahari.



Wah, asyik juga berputar-putar di desa ini. Hijaunya menyejukkan mata. Untuk  di masa datang, alangkah indahnya bila desa ini lebih dikembangkan menjadi Desa Wisata Budaya Aceh. Jalan-jalan desa diberi papan pengarah dan informasi. Lalu ada rumah penduduk yang dijadikan rumah produksi dan ruang pamer. Di situ tersedia buah tangan buatan penduduk lokal yang bertujuan untuk menambah pemasukan warga. Jadi, pengunjung dapat mengenal budaya masyarakat Aceh lebih dekat karena masyarakat desa ini tetap menjaga kebudayaannya dengan baik.



Foto: Tati B. 

Catatan: versi English, cek kitaanakkreatif.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar